Posting : 12 June 2014 Pengunjung : 75
Kehidupan Nur Irawati bisa dibilang sangat pas-pasan. Tapi malah ia berkecimpung dalam meningkatkan ekonomi warga lainnya. Baginya, kekurangan ekonomi bukan alasan untuk mengabdi untuk kepentingan yang lebih besar. Bagaimana hal ini bisa dijalaninya?
Wanita enerjik dari Desa Berkah ini adalah Pendamping Lokal (PL)
PNPM Mandiri Perdesaan Kecamatan Sungai Bahar, Kabupaten Muaro Jambi,
Provinsi Jambi sejak tahun 2011. Meski kehidupan dirinya juga tergolong
pas-pasan, namun tidak sedikitpun menjadi hambatan untuk menjalankan
tanggung jawab yang telah diamanahkan.
Ia begitu bersyukur telah dikarunai keluarga yang sangat mendukung
pengabdiannya. Meski hanya sebagai buruh bangunan, suaminya tidak
pernah sama sekali melarang kegiatan yang dilakukan Nur Irawati. Bahkan
tak jarang pula ia mendapatkan motivasi dan suntikan semangat dari sang
suami.
Selain sebagai pendamping lokal dan ibu rumah tangga, Nur Irawati
juga berkecimpung dalam berbagai organisasi sosial kemasyarakatan
lainnya. Diantaranya Kader Posyandu desa sejak 1993, pengurus Desa Siaga
sejak 2008, dan pengurus PKK desa sejak 2004, pengurus Karang Taruna
sejak tahun 2008, mitra kortim/pencacah BPS sejak tahun 1998, serta
pengelola dan pendidik PAUD Mawar di Desa Berkah.
Untuk menjalankan semua kegiatannya, mantan KPMD Desa Berkah tahun
2008 – 2011 ini mempunyai kiat tersendiri. Setiap bulan dirinya membuat
rencana kerja tertulis yang dijalankan secara konsisten. Rencana kerja
itu dibuat secara detail dengan dimulai saat bangun sebelum waktu subuh.
Kegiatan hariannya dimulai pukul 04.30 untuk menyiapkan segala
keperluan rumah tangga seperti memasak dan mencuci pakaian. Setelah
semua pekerjaan rumah diselesaikan dan bekal suaminya untuk berkerja
sebagai buruh bangunan telah disiapkan, Nur Irawati harus mengantar
anaknya ke sekolah pada pukul 06.30. Setelah itu, ia langsung menuju
PAUD untuk memastikan aktivitas PAUD yang dikelolanya berjalan dengan
lancar. Setelah beberapa saat berada di PAUD, ia langsung menuju kantor
Unit Pengelola Kegiatan (UPK) untuk menjalankan tugasnya sebagai
Pendamping Lokal.
Aktivitas hariannya sebagai PL dijalani hingga pukul 17.00. Namun
demikian, rencana tersebut bisa saja berubah karena ia sering harus
menfasilitasi atau melakukan monitoring ke desa hingga malam hari.
“Nur Irawati sangat bertanggung jawab. Ia selalu mengedepankan
kepentingan orang banyak tanpa mengenyampingkan tugas sebagai ibu rumah
tangga,” kata Ketua BKAD Sungai Bahar, Kartono.
Menurut Ketua UPK Sungai Bahar H. Abdullah, Nur Irawati telah
menjadi motor dan inspirasi bagi pelaku PNPM Mandiri Perdesaan lainnya.
Betapapun dengan kondisi ekonomi yang pas-pasan, Nur dapat menunjukkan
kepedulian yang tinggi untuk masyarakat.
Berbagai inovasi pun telah dilakukan oleh Nur Irawati bersama
pelaku PNPM Mandiri Perdesaan lainnya. Selaku PL, Nur telah
menfasilitasi pembentukan Forum Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa
(KPMD) Sungai Bahar yang bertujuan untuk meningkatkan solidaritas antar
KPMD. Organisasi ini sangat membantu KPMD dalam menjalankan tugasnya.
Sebab melalui forum ini, KPMD dapat saling belajar, saling membantu, dan
saling menutupi kekurangan.
“KPMD sudah tumbuh sebagai satu kesatuan keluarga. Kami saling
mengingatkan satu sama lainnya dalam rangka menjalankan tugas selaku
KPMD. Ibu Nur selalu memberikan motivasi bagi kami. Ibu Nur juga yang
membantu mencarikan solusi dari masalah yang kami hadapi, bahkan
seringkali turun langsung ke lapangan,” kata Marijan, Ketua Forum KPMD
Sungai Bahar.
Catatan lain tentang sosok Nur Irawati juga datang dari Ketua
Kelompok Simpan Pinjam khusus Perempuan (SPP) dan pengurus Tim Pelaksana
Kegiatan (TPK). Nur digambarkan sebagai seorang yang sangat teliti
dalam pencatatan keuangan dan administrasi di desa. Tak jarang pula Nur
harus pulang malam hari dikarenakan ‘tersandera’ dengan kegiatan
membimbing keuangan TPK dan kelompok SPP.
“Ibu Nur itu sangat cerewet kalo masalah keuangan. Semuanya
dicatat di buku sesegera mungkin setelah transaksi terjadi. Kalau tidak,
wah bisa kena semprot sama ibu Nur,” kata salah seorang pengurus TPK
Desa Sungai Makmur.
Terobosan lainnya yang dilakukan oleh Nur Irawati dan pelaku lain
adalah mengadakan Musyawarah Antar Desa (MAD) Representatif yang
dilakukan sebelum pelaksanaan pencairan SPP. MAD ini dihadiri oleh
Kepala Desa dan KPMD lokasi pencairan SPP.
MAD Representatif ini bertujuan untuk mendapatkan komitmen Kepala
Desa dan KPMD dalam hal pembinaan kelompok SPP. Dengan demikian,
diharapkan aparat pemerintahan desa dan KPMD dapat ikut bertanggung
jawab terhadap segala permasalahan yang terjadi di tingkat kelompok SPP.
Begitu juga halnya dengan kegiatan pelatihan keterampilan. Nur
Irawati mengambil sikap lebih mementingkan out put atau kelanjutan dari
pelaksanaan pelatihan keterampilan. Untuk itu pula ia harus
pontang-panting membina peserta pelatihan agar dapat mengembangkan
keterampilan yang telah dipelajari.
Berkat usaha kerasnya, saat ini sejumlah industri rumah tangga
pembuatan makanan ringan telah berkembang di Kecamatan Sungai Bahar.
Jika sebelumnya kue untuk kebutuhan lebaran dipasok dari luar daerah,
kini sudah tidak terjadi lagi. Ibu-ibu rumah tangga yang telah mengikuti
pelatihan pembuatan kue sudah dapat memproduksinya untuk kebutuhan
sendiri maupun dijual dilingkungannya masing-masing.
Selain itu, Nur Irawati juga telah berhasil menumbuhkan sikap
kepedulian antar masyarakat di Kecamatan Sungai Bahar. Hal ini
setidaknya terlihat dari keberhasilan dalam mengembangkan dompet peduli
di Desa Marga Manunggal Jaya.
Dompet peduli ini dibuat setelah melakukan rapat ditingkat
kecamatan dan desa untuk mencarikan jalan keluar terhadap tunggakan SPP.
Setelah dilakukan identifikasi tunggakan, ternyata tunggakan tersebut
diakibatkan oleh salah seorang anggota kelompok SPP yang mengalam sakit
keras. Jangankan untuk membayar angsuran SPP, untuk biaya berobat pun
harus mendapatkan sumbangan keluarga dari anggota kelompok SPP tersebut.
Saat ini nama Nur Irawati bukanlah hal yang asing ditelinga
masyarakat Kecamatan Sungai Bahar. Keaktifannya dalam kegiatan
kemasyarakatan menjadikan dirinya sebagai inspirator bagi orang lain.
Bagi Nur Irawati, pencapaian yang selama ini diraihnya hanyalah
sebagian kecil dari sekian panjang jalan yang harus dilewatinya.
Kesuksesan hanyalah akan dicapai jika masyakat benar-benar mandiri dan
selalu menerapkan prinsip-prinsip PNPM Mandiri Perdesaan dalam setiap
kegiatan pembangunan.
Cerita pengabdian Nur Irawati dalam menumbuhkan perlawanan
masyarakat terhadap kemiskinan adalah inspirasi yang sangat berharga. Ia
telah membuktikan bahwa mengeluh dengan keadaan diri sendiri bukanlah
sebuah solusi. Semangat untuk bangkit harus dimulai dari diri sendiri.
Karena itulah ia didapuk menjadi salah seorang PL terbaik kategori
Lokasi Normal, untuk menerima Penghargaan Pemberdayaan Sikompak 2014.
Selamat Bu Nur, semoga tetap menjadi inspirator...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar