Senin, 16 Juni 2014

BERITA....

Wakil Presiden Boediono Buka Rakernas PNPM Mandiri Perdesaan 2014
Posting : 09 June 2014      Pengunjung : 270

Wakil Presiden Boediono membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PNPM Mandiri Perdesaan di Hotel Grand Sahid Jaya (5/6). Acara yang digelar pada 4 - 7 Juni ini, dihadiri oleh Gamawan Fauzi, Menteri Dalam Negeri, Ir. Djoko Kirmanto, Menteri Pekerjaan Umum dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Mari Elka Pangestu, serta Gubernur dan Bupati lokasi PNPM Mandiri Perdesaan.
 
Dalam rangkaian acara tersebut juga diselenggarakan Penghargaan Pemberdayaan Sikompak 2014 sebagai bentuk penghargaan dan apresiasi kepada pelaku pembangunan, kelembagaan dan insan pemberdayaan masyarakat yang memiliki dedikasi, prestasi dan tanggungjawab dalam pelaksanaan tugasnya di daerah, khususnya melalui Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perdesaan.

Penghargaan Pemberdayaan Sikompak tahun 2014 diberikan kepada lembaga, pelaku dan pembina PNPM Mandiri Perdesaan terbaik nasional untuk kategori  Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD), Unit Pengelola Kegiatan (UPK), Perencanaan Partisipatif Desa (PPD), Pendamping Lokal (PL), Desa dengan Pemeliharaan Terbaik, serta Fasilitator Kecamatan terbaik. 

Untuk kategori Badan kerjasama Antar Desa (BKAD) terbaik, untuk aspek Pembentukan dan Organisasi terpilih BKAD Kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Untuk aspek Inovasi Keberpihakan pada Rumah Tangga Miskin (RTM), BKAD Kecamatan Wilangan, Kabupaten Nganjuk, dan BKAD Kecamatan Lubuk Tarok, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat untuk aspek Peran Fungsi dan Pengembangan Jaringan Kerjasama.

Unit Pengelola Kegiatan (UPK) terbaik dalam aspek Pelayanan terpilih dari UPK Kecamatan Suka Makmur, Kabupaten Aceh Besar, Aceh. Sementara UPK terbaik dalam aspek Kelembagaan diraih oleh UPK Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Riau dan UPK terbaik dalam aspek Administrasi diraih oleh UPK Kecamatan Ranometoo, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Utara.

Untuk kategori Perencanaan Partisipatif Desa (PPD) terbaik, Desa Dadakitan, Kecamatan Baolan, Kabupaten Toli Toli, Sulawesi Tenggara, terbaik dalam aspek Dukungan Pemerintah Lokal. Desa Plembutan, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta untuk aspek Ketersedian dan Pelaksanaan Regulasi, dan Desa Sembamban Lama, Kecamatan Sungai Loban, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatanterbaik  dalam aspek Tata Kelola Desa.
Kategori Pendamping Lokal (PL) terbaik terpilih Irwan Rade dari Kecamatan Beo Selatan, Kabupaten Talaut, Sulawesi Utara untuk PL kategori Lokasi Sulit. Mewin Gaib, PL dari Kecamatan Suwana Timur, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, terbaik kategori Lokasi Sangat Sulit dan Ekstrim, dan Nur Irawati dari Kecamatan Sungai Bahar, Kabupaten Muaro Jambi, Jambi, terbaik untuk kategori Lokasi Normal.

Kategori Desa dengan Pemeliharaan terbaik diberikan kepada Desa Landih, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli, Bali untuk Desa Pemeliharaan Terbaik aspek Memberi Dampak Ekonomi Lokal. Desa Gudang Garam, Kecamatan Bintang Bayu, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara sebagai Desa Pemeliharaan Terbaik aspek Dukungan Pemerintah Lokal. Sementara itu Desa Sempu, Kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora, Jawa Tengah sebagai Desa Pemeliharaan Terbaik aspek Partisipasi dan Inovasi Pemeliharaan.

Adapun untuk kategori Fasilitator Kecamatan (FK) terbaik nasional yang diikuti oleh FK terbaik dari 33 provinsi lokasi PNPM Mandiri Perdesaan, diraih oleh Noviani SE, FK Kecamatan Malua, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan. Pemilihan FK terbaik ini di tingkat nasional dilakukan melalui serangkaian proses workshop yang dimulai dari pemberian perspektif baru dari berbagai narasumber, dilanjutkan dengan Focus Group Discussion (FGD) untuk menggali pola pendampingan masyarakat dan kriteria fasilitator yang ideal untuk pendampingan masyarakat ke depan. Penilaian juga dilengkapi dengan penugasan bagi masing-masing fasilitator untuk membuat esai pengalaman lapang dikaitkan terkait perspektif yang telah diberikan oleh narasumber pada sesi sebelumnya.

Penghargaan Pemberdayaan disampaikan langsung oleh Wakil Presiden Boediono kepada penerima penghargaan. Dalam sambutanya, Wapres  berharap program PNPM harus tetap berjalan karena terbukti sebagai program andalan dalam memberantas kemiskinan. Bahkan, kata Boediono, di kelas dunia, PNPM sudah diakui sebagai program yang baik.

Menurut dia, PNPM sangat sejalan dengan perintah Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa. Ciri PNPM yang sesuai dengan perintah UU Desa adalah pemberdayaan masyarakat. Oleh sebab itu, mantan Gubernur Bank Indonesia tersebut menitipkan harapannya pada pemerintahan mendatang agar tetap menjalankan program yang menyasar masyarakat secara langsung tersebut. (kie)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar