Wakil Presiden Boediono Buka Rakernas PNPM Mandiri Perdesaan 2014
Posting : 09 June 2014 Pengunjung : 270
Wakil Presiden Boediono membuka Rapat Kerja
Nasional (Rakernas) PNPM Mandiri Perdesaan di Hotel Grand Sahid Jaya
(5/6). Acara yang digelar pada 4 - 7 Juni ini, dihadiri oleh Gamawan
Fauzi, Menteri Dalam Negeri, Ir. Djoko Kirmanto, Menteri Pekerjaan Umum
dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Mari Elka Pangestu, serta
Gubernur dan Bupati lokasi PNPM Mandiri Perdesaan.
Dalam rangkaian acara tersebut juga diselenggarakan Penghargaan
Pemberdayaan Sikompak 2014 sebagai bentuk penghargaan dan apresiasi
kepada pelaku pembangunan, kelembagaan dan insan pemberdayaan masyarakat
yang memiliki dedikasi, prestasi dan tanggungjawab dalam pelaksanaan
tugasnya di daerah, khususnya melalui Program Nasional Pemberdayaan
Masyarakat (PNPM) Mandiri Perdesaan.
Penghargaan Pemberdayaan Sikompak tahun 2014 diberikan kepada
lembaga, pelaku dan pembina PNPM Mandiri Perdesaan terbaik nasional
untuk kategori Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD), Unit Pengelola
Kegiatan (UPK), Perencanaan Partisipatif Desa (PPD), Pendamping Lokal
(PL), Desa dengan Pemeliharaan Terbaik, serta Fasilitator Kecamatan
terbaik.
Untuk kategori Badan kerjasama Antar Desa (BKAD) terbaik, untuk
aspek Pembentukan dan Organisasi terpilih BKAD Kecamatan Kawali,
Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Untuk aspek Inovasi Keberpihakan pada
Rumah Tangga Miskin (RTM), BKAD Kecamatan Wilangan, Kabupaten Nganjuk,
dan BKAD Kecamatan Lubuk Tarok, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat
untuk aspek Peran Fungsi dan Pengembangan Jaringan Kerjasama.
Unit Pengelola Kegiatan (UPK) terbaik dalam aspek Pelayanan
terpilih dari UPK Kecamatan Suka Makmur, Kabupaten Aceh Besar, Aceh.
Sementara UPK terbaik dalam aspek Kelembagaan diraih oleh UPK Kecamatan
Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Riau dan UPK terbaik dalam aspek
Administrasi diraih oleh UPK Kecamatan Ranometoo, Kabupaten Konawe
Selatan, Sulawesi Utara.
Untuk kategori Perencanaan Partisipatif Desa (PPD) terbaik, Desa
Dadakitan, Kecamatan Baolan, Kabupaten Toli Toli, Sulawesi Tenggara,
terbaik dalam aspek Dukungan Pemerintah Lokal. Desa Plembutan, Kecamatan
Playen, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta untuk aspek
Ketersedian dan Pelaksanaan Regulasi, dan Desa Sembamban Lama, Kecamatan
Sungai Loban, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatanterbaik dalam
aspek Tata Kelola Desa.
Kategori Pendamping Lokal (PL) terbaik terpilih Irwan Rade dari
Kecamatan Beo Selatan, Kabupaten Talaut, Sulawesi Utara untuk PL
kategori Lokasi Sulit. Mewin Gaib, PL dari Kecamatan Suwana Timur,
Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, terbaik kategori Lokasi Sangat Sulit
dan Ekstrim, dan Nur Irawati dari Kecamatan Sungai Bahar, Kabupaten
Muaro Jambi, Jambi, terbaik untuk kategori Lokasi Normal.
Kategori Desa dengan Pemeliharaan terbaik diberikan kepada Desa
Landih, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli, Bali untuk Desa Pemeliharaan
Terbaik aspek Memberi Dampak Ekonomi Lokal. Desa Gudang Garam,
Kecamatan Bintang Bayu, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara
sebagai Desa Pemeliharaan Terbaik aspek Dukungan Pemerintah Lokal.
Sementara itu Desa Sempu, Kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora, Jawa
Tengah sebagai Desa Pemeliharaan Terbaik aspek Partisipasi dan Inovasi
Pemeliharaan.
Adapun untuk kategori Fasilitator Kecamatan (FK) terbaik nasional
yang diikuti oleh FK terbaik dari 33 provinsi lokasi PNPM Mandiri
Perdesaan, diraih oleh Noviani SE, FK Kecamatan Malua, Kabupaten
Enrekang, Sulawesi Selatan. Pemilihan FK terbaik ini di tingkat nasional
dilakukan melalui serangkaian proses workshop yang dimulai dari
pemberian perspektif baru dari berbagai narasumber, dilanjutkan dengan
Focus Group Discussion (FGD) untuk menggali pola pendampingan masyarakat
dan kriteria fasilitator yang ideal untuk pendampingan masyarakat ke
depan. Penilaian juga dilengkapi dengan penugasan bagi masing-masing
fasilitator untuk membuat esai pengalaman lapang dikaitkan terkait
perspektif yang telah diberikan oleh narasumber pada sesi sebelumnya.
Penghargaan Pemberdayaan disampaikan langsung oleh Wakil Presiden
Boediono kepada penerima penghargaan. Dalam sambutanya, Wapres berharap
program PNPM harus tetap berjalan karena terbukti sebagai program
andalan dalam memberantas kemiskinan. Bahkan, kata Boediono, di kelas
dunia, PNPM sudah diakui sebagai program yang baik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar